Selasa, 20 November 2012

Dewa Kuno Ciptakan Tradisi Sama Di Seluruh Dunia


Dewa Kuno mengajarkan tradisi yang sama diseluruh dunia, dimulai dari pembuatan struktur bangunan piramid, pemujaan, tarian, hingga simbol-simbol yang sama diseluruh budaya.

Jauh sebelum kedatangan Colombus, suku asli daratan Amerika dan orang-orang didaratan Eropa dan Mesir sudah berkomunikasi dan saling memahami tanpa perlu mempelajari bahasa masing-masing. Sebuah misteri peradaban yang mungkin belum bisa terpecahkan bagaimana mereka berhubungan satu sama lain, melalui simbol dan tradisi yang mirip.
Dalam beberapa tradisi keagamaan, legenda, dan adat istiadat penduduk asli Amerika sangat mirip dengan peradaban di Eropa pra-Colombus. Namun menurut pendapat sejarawam hal ini hanya kebetulan karena tidak ada kontak antara kedua daerah sebelum Columbus melintasi benua ini. Bangsa Viking mencapai Amerika Utara sebelum Colombus, Gavin Menzies dalam bukunya ’1434: The Year a Magnificent Chinese Fleet Sailed to Italy and Ignited the Renaissance’ menjelaskan beberapa bukti yang menunjukkan bahwa sebuah armada China sebelumnya juga pernah mengunjungi daerah ini.

Tradisi Dewa Kuno Di Seluruh Dunia

Cukup banyak bukti adanya hubungan antara peradaban kuno dan Dunia Baru (dibentuk masa Colombus) yang sering berbentuk aspek-aspek tertentu dari agama Dewa Kuno dan dianut orang-orang di seluruh peradaban awal di dunia. Menurut legenda sejarah peradaban kuno bahwa manusia di bumi diajarkan oleh seorang Guru Besaryang mengunjungi dunia ini beberapa ribu tahun yang lalu, dan kemudian menghancurkan ras manusia kuno yang jahat dengan banjir besar, banjir yang diperkirakan banjir besar telah terjadi sekitar 3000 SM.
Chichen Itza, dewa kuno, piramid maya
Chichen Itza / Credit: mexicotoday.org
Cerita tentang kunjungan Dewa Kuno dimasa pra banjir besar diwariskan dari generasi ke generasi di seluruh dunia. Deskripsi yang sama diceritakan turun temurun, sama seperti yang diceritakan orang-orang di Mesir dan Amerika. Peralatan berteknologi tinggi konon dibawa Dewa Kuno yang dikabarkan memiliki beberapa fungsi dan terkait dengan penguasa di seluruh peradaban kuno dan Dunia Baru.
Simbolisme sering digunakan untuk mengekspresikan keyakinan agama, seperti simbol lingkaran konsentris dimana orang-orang Sumeria kuno menggunakannya ketika berhubungan dengan Dewa Ea. Batu ukiran di beberapa negara Eropa juga terukir di puncak gunung Amerika Selatan. Hal ini juga menjadi salah satu desain mistis di Gurun Nazca Peru dan disinggung dalam legenda Amerika Utara.
Desain Klasik Labyrinth ditemukan di berbagai belahan dunia dimulau dari Kepulauan Inggris hingga ke Mesir, India, Afghanistan dll. ‘Tanda positif yang dilingkari’ merupakan simbol populer di kedua di kalangan penduduk asli Amerika dan Celtic, dan ketika agama Kristen tiba di Eropa, hal itu diadopsi oleh Gereja sebagai bentuk salib.
Berbagai jenis hewan secara simbolis berhubungan dengan Dewa Kuno dan beberapa dari mereka menjadi objek untuk disebah. Beberapa hewan suci dikorbankan untuk para Dewa Kuno baik di peradaban terdahulu maupun di Dunia Baru. Seperti ular yang terkait dengan makhluk ekstra-terestrial dan dihormati selama ribuan tahun bahkan di negara-negara di mana tidak ada ular.

Dewa Kuno Dalam Legenda

Orang-orang merayakan festival dengan tarian ular bahkan ular hidup di rumah mereka. Ketika Pizarro tiba di Peru, suku Inca keliru berpikir bahwa Dewa dan teman-temannya telah kembali dan menjadi penguasa mereka. Atahualpa telah mengatur semuanya untuk bertemu dengan Spanyol di Cassamarca, di Kuil Ular di mana ular terukir disana.
Ada sesuatu yang istimewa dalam legenda ular Sumeria yang berhubungan dengan DewaAnnunaki yang ditemukan dalam legenda dan seni keagamaan di Timur Tengah, Mesir Kuno, Asia Tengah dan Barat Afrika. Hal ini juga ditemukan pada agama di Amerika Tengah, diantarasuku Aztec dan suku Maya.
Piramida banyak dibangun di berbagai wilayah dunia terbuat dari batu bata dan tanah liat. Bangunan ini dianggap sebagai monumen keagamaan atau makam bangsawan, seperti Gunung Olympus di Yunani Kuno yang dikaitkan dengan dewa. Untuk merasakan kedekatan manusia pada dunia para Dewa Kuno, maka kuil dibangun di tempat-tempat yang tinggi.
Tapi semua bangunan Dewa Kuno memiliki geometri suci sama yang dimasukkan ke dalam desain Piramida Mesir, Timur Tengah, Amerika Tengah dan Selatan. Dan kokain pernah ditemukan di beberapa mumi Mesir, tapi pernyataan ini ditolak secara konservatif karena menurut mereka tidak pernah terjadi hubungan antara Mesir dan Amerika yang menjadi sumber kokain.
Dewa Kuno berperan penting dalam agama terdahulu baik di peradaban kuno dan Dunia Baru, situs agama banyak yang selaras dengan Soltis dan Ekuinoks. Ursa dan Orion muncul dalam tradisi agama di benua Eropa, Amerika dan Afrika, terkait perbintangan dan keyakinan sama seperti Pleiades. Di banyak negara, musim pertanian dimulai ketika muncul bintang Pleiades dan upacara khusus dirayakan pada waktu tertentu sepanjang tahun. Beberapa kalender peradaban kuno dan Dunia Baru juga diatur melalui Pleiades.
Bukti menarik adanya kontak antara Amerika dan negeri Timur, Profesor Gualberto Zapata Alonzo dalam bukunya ‘An Overview of the Mayan World’ menyebutkan bahwa orang Indian Meksiko dan orang-orang Jepang dapat memahami bahasa satu sama lain tanpa menggunakan penerjemah.
Alonzo juga menyebutkan bahwa sebuah buku tahun 1969 yang ditulis Don Ignacio Magaloni Duarte (Educador del Mundo) melampirkan foto-foto mangkuk dari Babilonia dengan ornamentasi Maya dan Vas Asyur, dengan jenis yang sama dari desain yang ditemukan di kuil Maya. Ada juga angka suci (9) dalam beberapa agama awal khususnya diterpakan pada suku Maya dan Cina yang keduanya membangun struktur keagamaan sembilan tingkat. Jumlah yang sama sering muncul dalam mitologi Norse dan dalam banyak legenda di seluruh wilayah Utara.

Tradisi Misterius Olmecs

Olmecs, sampai saat ini tidak diketahui dari mana mereka berasal tetapi beberapa patung batu besar memiliki fitur Afrika, Semit dan Oriental yang menunjukkan bahwa Olmecs merupakan ras campuran. salah satu batu prasasti Olmec di La Venta terdapat representasi kelompok Dewa Kuno yang diidentifikasi sebagai Dewa Pencipta suku Maya. Dalam tradisi agama yang tercatat dalam Quiche-Maya Popul Vuh, sangat mirip dengan dewa-dewaSumeria kuno. Dan ada tradisi asli yang populer di Amerika Tengah terdengar seolah-olah diadopsi dari Kitab Kematian Mesir (Egyptian Book of the Dead).
Tidak ada arti khusus pada fitur Afrika dalam beberapa situs kepala batu Olmec tetapi beberapa peneliti alternatif telah mencoba untuk mengidentifikasi Olmec dengan suku-suku di Afrika. Legenda ular terkait Dewa Kuno di Afrika Barat dan Amerika Tengah, tradisi suku sangat mirip di Amerika Tengah-Barat dan Afrika Timur.
Banyak pernyataan kontroversial tentang hubungan antara peradaban kuno dan Dunia Baru, salah satunya penulisan Phoenix dan Ogham yang ditemukan di bebatuan Amerika Utara. Dikatakan bahwa pada tahun 1976 sisa-sisa Romawi kuno ditemukan 15 mil dari pantai Rio de Janeiro-Brazil. Ada juga legenda bahwa Pangeran Welsh (Madoc) dan para pengikutnya melakukan perjalanan kembali ke Amerika pada tahun 1170, dan Indian Mandan merupakan keturunan dari mereka.
Beberapa sarjana alternatif meyakini bahwa Easter Island di Pasifik merupakan bagian dari benua yang hilang, yang bisa dibuktikan melalui patung-patung misterius batu bertelinga panjang. Salah satu legenda Easter Island memiliki kemiripan cerita legenda yang sama dengan orang-orang di Polinesia Hawaii dan di antara masyarakat asli Amerika.
Banyak sejarawan mengabaikan fakta bahwa tradisi beberapa penduduk asli Amerika Utara sangat mirip dengan peradaban awal Amerika Tengah dan Selatan. Dan akhirnya pergantian kalender Maya Desember 2012 telah disalahpahami, hal ini bukan cerita akhir dunia walaupun banyak orang khawatir dan meyakini. Padahal tanggal ini sangat penting dalam tradisi keagamaan suku Maya terkait Dewa Kuno.

Kamis, 20 September 2012

Men In Black, Misterius Dan Nyata



Men in Black Sosok pria berpakaian jas hitam mengaku sebagai agen pemerintah yang mencoba mengancam saksi UFO agar tutup mulut. Adanya hubungan eksplisit antara zaman kuno dan abad ke-20 menyebutkan bahwa iblis yang pernah ada di zaman kuno dan ‘Men in Black’ yang ada saat ini adalah pelaku yang sama. Iblis terkadang mengendarai kereta hitam, atau menggunakan setelan gelap dan model kenderaan ‘Cadillac’ khas berwarna hitam.
Mungkin Anda mengira bahwa Men in Black hanya film fantasi tentang agen investigasi makhluk luar angkasa. Tapi dalam beberapa sumber yang saya temukan menyebutkan bahwa Men in Black adalah suatu hal yang nyata. Sederetan nama penulis dan peneliti UFOlogi modern seperti Gray Barker (1956), Jerome Clark, Edward W.Condon, Mike Dash, Borderlands, Beriah G.Evans (1905), Jenny Randles and Peter Houghe (1994), mereka menyebutkan ciri-ciri dan pelaku Men in Black yang misterius dan tak terungkap, bahkan mungkin mereka terus beraksi hingga saat ini.
Men In Black
Men In Black
Gray Barker januari lalu juga merilis sebuah buku ‘Men in Black: The Secret Terror Among Us‘, mengikuti jejakJohn Keel yang merilis buku dengan topik sama ‘Our Haunted Planet’ dan ‘The Mothman Prophecies‘. Cerita mereka dianggap hanya fantasi tapi tidak demikian bagi pencita UFOlogi. Siapakah sebenarnya sosok Men in Black yang sering muncul dan memaksa saksi penampakan UFO?

Men in Black, Agen Misterius Setelan Hitam

Banyak pengamat UFO selama bertahun-tahun terbukti menyesatkan atau gagal memberikan kontribusi terhadap pemahaman yang lebih baik. UFO hanya mewakili sebagian kecil dari fenomena yang jauh lebih besar yang terjadi di dunia. Teori konspirasi UFO tidak begitu banyak menjelaskan tentang luar angkasa, dan paranormal menyatakan bahwa Men in Black merupakan bentuk energi psikis iblis mirip dengan poltergeist.
Salah satu teori konspirasi UFO, menyinggung istilah Men in Black (MIB) yang juga dikenal sebagai Men in Gray. Sosok pria berpakaian jas hitam mengaku sebagai agen pemerintah yang mencoba mengancam saksi UFO agar tutup mulut. Men in Black sering dilaporkan mengemudi kenderaan besar model terakhir (biasanya Cadillac), dalam beberapa kasus mereka dilaporkan terlihat di helikopter hitam.
Jerome Clark mengatakan bahwa tidak semua MIB selalu berpakaian hitam, istilah ini merupakan salah satu generik yang digunakan untuk mengacu pada individu yang tidak biasa, mengancam atau berperilaku aneh dengan berpenampilan serba hitam di tempat kejadian. Fenomena Men in Black awalnya sering dilaporkan pada tahun 1950 hingga 1960-an dimana saat itu bermunculan teori konspirasi terkait UFO.
Ada berbagai jenis pertemuan Men in Black, biasanya mengikuti pola setelah laporan saksi yang kredibel tentang penampakan UFO. Saksi kemudian dikunjungi seorang pria yang sering mengenakan setelan jas hitam. Para saksi berasumsi bahwa mereka merupakan agen pemerintah dan sering menunjukkan lencana untuk meyakinkan, kemudian mencari informasi agar mengakui kesalahan saksi tentang kisah mereka atau menyerahkan bukti fisik tentang UFO (semisal foto). Jika saksi menolak atau mempertanyakan identitasnya, mereka secara halus atau terang-terangan mengancam saksi atau keluarga mereka dengan ancaman fisik dan kesulitan lainnya.
Meskipun ancaman mereka sudah diketahui saksi, ada laporan yang menyebutkan bahwa sebagian besar mengalami ‘kesulitan’ terhadap saksi yang menolak. Jumlah anggota Men in Black yang bertemu saksi tidak diketahui dan mungkin hanya beberapa orang. Chevon Wallace menyatakan bahwa beberapa saksi yang menulis tentang UFO dan fenomena aneh lainnya menyatakan ‘jumlah anggota Men in Black yang ditemuinya tak terhitung’.
Black Hat And Mirror Shades, salah satu istilah yang mengacu pada citra agen misterius pemerintah yang digambarkan dalam teori konspirasi, novel dan film. Agen misterius umumnya mengenakan setelan yang tidak harus hitam, kacamata hitam, komunikasi melalui earphone, dan kadang-kadang menggunakan topi hitam. Hal ini tidak identik dengan Men in Black sebenarnya, karena menyiratkan bahwa mereka bisa saja wanita, belum tentu semuanya mengenakan setelan hitam dan menyeramkan.
Seperti model FBI, CIA, dan agen Secret Service yang melindungi Presiden Amerika Serikat. Begitu juga agen khusus di negara-negara lain terlihat sangat mirip, tampilan logis mengenakan setelan hitam. Penampilan Men in Black membuat orang berbeda tapi mencolok diantara kerumunan orang. Gambaran ini menginspirasi intimidasi dan mengingatkan adanya pelindung pemerintah tanpa seorang prajurit berseragam dan membawa laras panjang.

Agen Misterius Bukan Manusia

Beberapa Men in Black digambarkan sebagai dasar penampilan tetapi banyak yang mengatakan cukup aneh, baik dalam penampilan atau perilaku. John Keel menyatakan bahwa Men in Black banyak ditemukan dengan penampilan orang-orang Asia, meskipun deskripsi ini tidak memadai dan mengisyaratkan bahwa beberapa Men in Black tidak mungkin berbaur dengan manusia. Beberapa agen menggunakan make-up, lipstik, berupaya untuk menutupi penampilan manusiawi mereka.
Saksi terkadang menggambarkan perilaku Men in Black sangat aneh, mengancam, dan terbiasa dengan kesopanan umum sehari-hari dan berperilaku sipil. Mereka juga sering berbicara tidak jelas, atau menggunakan kalimat aneh, seolah-olah bahasa Inggris bukan bahasa pertama mereka. Beberapa orang mengklaim bahwa beberapa kulit agen sepertinya menjadi semi-transparan.
Kemiripan antara Men In Black dan cerita sebelumnya telah ditulis Thomas E.Bullard yang berpendapat bahwa Men in Black merupakan jejak yang ditinggalkan iblis dan setan, dimodifikasi dalam upaya mencerminkan fungsionaris extraterrestrial dengan tugas supranatural namun jelas dalam bentuk yang sama. Bahkan dewa Odin kadang-kadang menyamar dan menjelajahi bumi untuk menegakkan keadilan atau membangkitkan perselisihan. Iblis terkadang mengendarai kereta hitam, atau mirip dengan model kenderaan ‘Cadillac’.
Bullard dan yang lainnya mencatat persamaan dan perbedaan, beberapa pakar UFO, seperti John Keel berpendapat adanya hubungan eksplisit antara zaman kuno dan abad ke-20 tentang Men in Black. Bahwa iblis yang pernah ada di zaman kuno dan ‘Men in Black’ yang ada saat ini adalah pelaku yang sama.
Pada tahun 1973 ‘A History of the Devil‘ karya Jerome Clark mengutip pernyataan William Woods, bahwa terkadang iblis menggunakan setelan hijau atau abu-abu, tapi kebanyakan berpakaian hitam dan selalu mengikuti mode saat itu. Woods mengaitkan catatan dari Norwegia pada tahun 1730, seorang gadis berusia 13 tahun mengatakan kepada penyelidik bahwa beberapa tahun sebelumnya dia menemani neneknya dalam perjalanan bertemu iblis. Dalam perjalanan mereka bertemu ‘tiga pria berpakaian hitam’ yang disebut nenek sebagai ‘anak laki-laki kakek’. Begitu mereka tiba dan bertemu iblis, sang nenek menyebutnya ‘kakek.

Saksi Pertemuan Men in Black

Di Wales tahun 1900-an, tersiar kabar kebangkitan di sekitar Mary Jones. Meskipun dalam beberapa cara sangat berbeda dari UFO modern atau laporan Men in Black, cerita ini menarik karena pelaku berpakaian hitam. Jones diikuti oleh lampu misterius di langit malam, penulis Breiah G.Evans menegaskan bahwa dia melihat sendiri lampu tersebut di angkasa, warga melaporkan pertemuan dengan sejumlah ‘Penampakan’.
Salah satu penampakan memiliki beberapa kesamaan karakter Men in Black, yang dituliskan dalam buku tersebut “Dalam lingkungan berdiam seorang wanita muda yang sangat cerdas dari kelas petani, kamar tidurnya telah dikunjungi selama tiga malam berturut-turut oleh seorang pria berpakaian hitam.”
Evans juga mencatat bahwa penampakan serupa terlihat dari sudut pandang yang berbeda, namun secara bersamaan melalui dua orang saksi. Salah satu saksi terkejut dan mengucapkan doa secara spontan, dan yang satunya lagi melihat cahaya muncul diatas Mrs Jones, sinar putih melesat kemudian menghilang.
Laporan Men in Black pertama muncul tak lama setelah 21 Juni 1947. Di tanggal itu Seaman Harold Dahlmengatakan telah melihat enam UFO di dekat Pulau Maury (semenanjung Pulau Vashondi Puget Sound, berdekatan dengan Tacoma, Washington). Dahl, anaknya, dua pria lain, dan anjing Dahl berada di atas kapal, kemudian dia mengambil sejumlah foto-foto UFO, dan melaporkan bahwa salah satu UFO menumpahkan beberapa jenis terak panas ke perahunya yang membunuh anjing dan melukai anaknya.
Keesokan hari Dahl menyatakan bahwa seorang pria tiba di rumahnya dan mengundangnya sarapan di restoran terdekat. Dia menggambarkan pria itu tinggi dan berotot, mengenakan setelan hitam. Pria itu mengendarai Buick baru 1947, dan asumsinya bahwa pria itu adalah seorang wakil militer atau dari pemerintahan.
Dahl mengatakan pada pria itu detail penampakan UFO, selanjutnya pria itu memberi Dahl hal spesifik berupa peringatan dan ancaman bagi keluarganya.

Diduga Bagian Dari Agency Pemerintah

Men in Black memiliki sejarah panjang sejak pertengahan tahun 1940-an yang terjadi di hampir setiap negara. Pertemuan MiB dipublikasikan dengan baik dituliskan Albert Bender dan John Keel, orang-orang dari berbagai negara telah bertemu Men in Black yang kemudian diintimidasi dan membungkam, jumlahnya jauh lebih besar daripada mereka yang bersikeras membocorkan fakta. Kebenaran di balik Men in Black bahkan lebih menarik dan mengganggu, kemudian banyak yang berpikir bahwa agen misterius itu sebenarnya milik sebuah agen pemerintahan. Dari tahun 1990 hingga tahun 2000, agen rahasia yang diduga MIB membuka kantor OSIR.
O.S.I.R. dikaitkan dengan ratusan badan intelijen pemerintah, ultra program rahasia pemerintah di seluruh dunia serta proyek-proyek rahasia yang dilakukan petinggi kelompok agama. Diduga bahwa badan tersebut diciptakan pada pertengahan tahun 1940-an karena penampakan pertama Men in Black. Dibentuk sangat rahasia dan badan tersebut telah mengambil orang terdepan dari berbagai divisi untuk mempertahankan anonimitas dan sifatnya rahasia.
Tahun 1990, pertama kalinya dalam sejarah dan beberapa agenda rahasia, agency ini muncul kehadapan publik dengan nama The Office of Scientific Investigation and Research (OSIR), mendirikan Public Affairs Department untuk berinteraksi dengan masyarakat umum dan media populer. Pada tahun 2000, badan tersebut menutup Publik Affairs Departement dan mengakhiri semua komunikasi dengan masyarakat umum dan media, mengakhiri citra sebagai OSIR dan menghilang (atau mungkin bergerak rahasia).
Banyak yang merasa bahwa mereka merupakan divisi USAF yang menciptakan mitos MIB. Ada bukti kuat menunjukkan bahwa MIB bekerjasama dengan USAF, bukti yang jelas di mana saksi UFO atau bahkan proyek rahasia pemerintah sangat menakutkan. Banyak yang telah menderita dari mitos ini, dan sekitar tahun 1960-an pemerintah AS bisa saja menggunakan beberapa personel Air Force Special Activities Centre (AFSAC) yang menyamar sebagai Men in Black.
Men in Black yang terkait dengan US Air Force Special Activities Centre yang dikenal sebagai 1127th Field Activities Group, terdiri dari sekelompok tokoh dunia bawah yang spesialis dalam intimidasi. Ada juga yang berpendapat bahwa Men in Black merupakan biarawan Tibet yang mengikuti Dalai Lama dan pengendara Khamba ke pengasingan, menempatkan kekuatan yoga mereka pada CIA. Ini menjelaskan mengapa banyak laporan tentang MIB selalu menggambarkan fitur Asia (oriental).

Men in Black Berasal Dari Asia Atau Arya?

Sementara sebagian besar Men in Black dilaporan cenderung menyoroti fakta bahwa mereka mungkin berasal dari Asia, fitnah yang dibuat melalui Men in Black yang selalu datang bertiga. Konsepsi klasik Men in Black adalah seorang pria berusia tak tentu, tinggi sedang, dan berpakaian serba hitam. Dia selalu memakai topi hitam dan seringkali mengenakan sweater hitam, penampakannya seringkali digambarkan ‘aneh’. Mereka berbicara dengan suara monoton dan membosankan seperti komputer, gelap, lengkap dengan tulang pipi menonjol, bibir tipis, dagu runcing, dan mata yang cenderung terlihat seperti orang-orang Asia.
Ketika ditanya ‘siapa mereka’, mereka mengatakan salesman, tukang telepon (meskipun telepon tidak rusak) atau perwakilan dari pejabat (RAF) atau kelompok resmi UFO. Di Amerika mereka sering terlihat mengendarai Buick atau Lincoln berwarna hitam, walaupun dalam film dinggambarkan menggunakan Cadillac hitam, sementara di Inggris mereka biasanya menggunakan Jaguar. Tidak semua laporan Men in Black menggambarkan pria Asia, beberapa diantaranya mirip dengan bangsa Arya dengan membedakan rambut pirang.
Men in Black berpenampilan menakutkan dan masih merupakan fenomena yang tidak dapat dijelaskan. Mungkin kita bisa menghilangkan pemikiran tentang fantasi rawan, negara disassociative, dan persepsi konstruktif. Mereka melakukan pekerjaan dan menjelaskan penyebab rasional, tetapi belum ada yang ditembak Men In Black.
Men in Black tidak seperti yang diperankan Will Smith, Tommy Lee Jones, Josh Brolin, dan rekan lainnya. Gambaran fiksi penulis UFOlogi sangat bertentangan dengan film saat ini, mereka tidak terdeteksi, mengikuti model saat ini, dan Men in Black ada hampir diberbagai negara.

Benua Antartika Kuno Mengalami Pemanasan Global



Ketika Bumi mengalami pemanasan global, perubahan terbesar terlihat di benua Antartika kuno, gerakan hujan terkait dengan iklim yang lebih hangat seperti daratan masa kini, Islandia
.
Tim ilmuwan yang terlibat dalam studi ini, mempublikasikan penelitian tersebut pada tanggal 17 Juni 2012 diNASA Jet Propulsion Laboratory, yang dipimpin oleh Sarah J. Feakins dari University of Southern California -Los Angeles, dan peneliti dari NASA Jet Propulsion Laboratory -California, serta Louisiana State University, Baton Rouge.

Benua Antartika Kuno Merupakan Benua Hijau

Sebuah studi menemukan bahwa daratan Antartika kuno jauh lebih hangat dan lebih basah daripada dugaan sebelumnya. Iklimnya sangat sesuai untuk mendukung vegetasi yang besar, termasuk pohon kerdil yang hidup disepanjang tepi benua Antartika yang beku.
Benua Antartika Kuno
Ilustrasi Benua Antartika Kuno / Credit: NASA/JPL-Caltech/Dr. Philip Bart, LSU
Penelitian tersebut memeriksa sisa-sisa daun tanaman (lapisan) lilin dalam sampel inti sedimen yang diambil dari lapisan bawah Es Ross. Tim peneliti menemukan suhu musim panas di sepanjang pantai benua Antartika 15 hingga 20 juta tahun yang lalu berkisar 11 derajat Celsius, lebih hangat dari suhu tertinggi saat ini (7 derajat Celsius). Tingkat curah hujan juga ditemukan menjadi beberapa kali lebih tinggi daripada sekarang.
Tujuan utama dari penelitian ini untuk lebih memahami perubahan iklim masa depan, rekor ini menunjukkan bagaimana suhu pada waktu itu jauh lebih hangat dan basah. Para ilmuwan mulai curiga bahwa di benua Antartika selama pertengahan zaman Miosen lebih hangat dari sebelumnya, ketika rekan Sophie Warny (asisten profesor di LSU), menemukan banyak serbuk sari dan ganggang dalam inti sedimen yang diambil di sekitar benua Antartika. Fosil spesies tanaman hidup di benua Antartika sangat sulit didapat karena gerakan lapisan es raksasa yang mencakup masa daratan terkubur dan jauh dibawahnya.
Melalui informasi sampel serbuk sari kecil itu, Feakins melihat sisa-sisa daun lilin yang diambil dari inti sedimen untuk mencari petunjuk. Daun lilin berperan sebagai catatan perubahan iklim dengan mendokumentasikan rasio isotop hidrogen dari air tanaman. Dan inti es bisa memberi petunjuk sekitar satu juta tahun yang lalu.
Ketika planet ini memanas, perubahan terbesar terlihat di kutub, gerakan hujan terkait dengan iklim yang lebih hangat di belahan bumi utara dan selatan, seperti daratan masa kini, Islandia.
Penghijauan di benua Antartika terjadi selama zaman Miosen tengah, antara 16,4 dan 15,7 juta tahun yang lalu. Masa ini terjadi setelah zaman dinosaurus yang telah punah 64 juta tahun yang lalu. Selama zaman Miosen, sebagian besar hewan modern tampak berkeliaran di Bumi, seperti kuda, rusa, unta dan berbagai jenis kera. Manusia modern tidak muncul hingga 200.000 tahun yang lalu.

Pemanasan Global Benua Antartika Di Zaman Miosen

Kondisi hangat selama zaman Miosen dianggap berhubungan dengan tingkat karbon dioksida, berkisar 400 hingga 600 Part Per Million (ppm) atau dengan kata lain saat itu bumi mengalami pemanasan global.
Pada tahun 2012, tingkat karbon dioksida telah meningkat menjadi 393 ppm, zaman Miosen masih memiliki tingkat karbon dioksida tertinggi selama jutaan tahun. Pada tingkat suhu saat ini, karbon dioksida atmosfir sangat mendukung untuk membawa bumi mencapai tingkat yang sama seperti zaman Miosen tengah pada akhir abad ini, tahun 2100.
Tingkat karbon dioksida tinggi selama pertengahan zaman Miosen telah didokumentasikan dalam penelitian lain melalui beberapa bukti, termasuk jumlah pori-pori mikroskopis pada permukaan daun tanaman dan bukti geokimia dari tanah dan organisme laut.
Sementara para ilmuwan belum mengetahui mengapa karbon dioksida berada di tingkat tertinggi selama zaman Miosen tengah, bersamaan dengan pemanasan global yang tercatat dalam sejarah di berbagai belahan dunia, dan sekarang juga terjadi di wilayah benua Antartika yang muncul bertepatan dengan pemanasan global saat ini.