Tampilkan postingan dengan label Dunia Medis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Medis. Tampilkan semua postingan

Minggu, 13 Mei 2012

Ukuran Badan Manusia Bakal Menyusut 100 Tahun Mendatang



Beberapa dekade terakhir, tinggi badan manusia cenderung mengalami peningkatan. Namun karena polusi juga meningkat, tren ini diperkirakan akan berbalik dalam 100 tahun ke depan sehingga di masa mendatang manusia justru semakin menyusut.

Salah satu polutan yang dikawahtirkan akan menghambat pertumbuhan tinggi badan manusia adalah pestisida yang belakangan makin banyak digunakan. Sebuah penelitian di Valencia, Spanyol kembali memastikan bahwa pestisida bisa mempengaruhi ukuran bayi baru lahir.

Penelitian yang dilakukan pada 300 bayi yang lahir antara tahun 2003-2006 menunjukkan, bayi yang memiliki banyak residu pestisida di tali pusarnya cenderung lahir dengan ukuran lebih kecil. Diyakini ketika tumbuh besar, pertumbuhannya juga akan terhambat.

Penggunaan pestisida seperti DDT (dichloro diphenyl trichloroethane) dan berbagai senyawa organoklorida sebenarnya sudah dilarang di Amerika Serikat maupun beberapa negara berkembang. Selain menghambat pertumbuhan, berbagai senyawa tersebut juga bisa memicu kanker.

Namun karena ingin mencari laba, beberapa petani tetap menggunakan pestisida agar tanamannya tumbuh tanpa gangguan hama sehingga bisa dipanen lebih cepat dengan hasil lebih banyak. Petani-petani nakal inilah akahirnya yang meninggalkan residu pestisida di mana-mana.

Penelitian terbaru dari Departemen Agrikultur Amerika Serikat menunjukkan, 98 persen buah apel di negara itu tercemar pestisida. Padahal buah ini menempati urutan ke-2 dalam daftar buah-buahan yang paling banyak dikonsumsi di negara tersebut.

Bukan cuma mencemari sayur dan buah-buahan, residu pertisida juga bisa mencemari berbagai sumber pangan. Residu pestisida bisa meresap ke perairan seperti aliran sungai, air tanah dan juga air laut. Bahkan peneliti juga menemukannya di lemak ikan dan susu sapi.

Selain pestisida, polutan lain yang dikhawatirkan juga bisa menghambat pertumbuhan tinggi badan adalah timbal. Dr Manny Alvarez, pakar kesehatan sekaligus kontributor kesehatan untuk Foxnews mengatakan baru-baru ini pencemaran timbal telah meracuni 100 anak di China.

"Paling tidak, berbagai temuan ini telah menyadarkan kita akan adanya kemungkinan ukuran manusia akan menyusut di masa mendatang (100 tahun lagi)," ungkap Dr Alvarez seperti dikutip dari Foxnews.

Beda Tabir Surya dan Sunblock



Buat wanita yang peduli dengan kulitnya di saat musim kemarau, tabir surya (sunscreen) dan sunblock biasanya tidak lupa untuk digunakan. Kedua krim tersebut diyakini bisa mencegah efek buruk paparan sinar matahari. Namun, tahukah Anda perbedaan kedua kosmetik ini?


Tabir surya punya sifat sebagai peredam. Dia mengurangi paparan UV-A dan UV-B di kulit. Sifatnya seperti penyaring sehingga komponen dalam sinar matahari tidak sepenuhnya ditolak. Tabir surya menyerap terutama UV-B dan sebagian UV-A.

Tabir surya biasanya terdiri dari komponen kimia oksibenzon, avobenzone, dan sulisobenzone. Kalau Anda membeli tabir surya, hindari yang mengandung para-aminobenzoic acid dan paraben karena bisa menyebabkan kemerahan dan gatal-gatal. Tabir surya kurang cocok dipakai untuk daerah yang sengatan mataharinya cukup panas.

Sementara itu, sunblock bertindak ibarat cermin yang akan membelokkan sinar matahari berbahaya ketika menyentuh kulit. Meski cenderung berminyak dan tebal saat dikenakan, sunblock lebih efektif dalam menolak UV-A dan UV-B.

Sunblock biasanya tersusun dari titanium dioksida dan seng oksida.Sunblock yang baik adalah yang mengandung SPF 15. Semakin tinggi angka SPF, maka kerjanya semakin baik dalam menolak sinar ultraviolet. Kalau kulit Anda terang, carilah yang mengandung SPF tinggi. Sunblock lebih cocok dipakai untuk kulit yang berada di daerah sangat panas.

Ahli Temukan Darah Tertua Dibumi



Para ahli berhasil menemukan sampel darah manusia tertua yang pernah ditemukan di Bumi. Sampel ini ditemukan pada tubuh mumi seorang pria berusia 5.000 tahun. Ingin tahu?


Penemuan ini berhasil memberi secercah cahaya pada kehidupan manusia es Oetzi. Manusia es ini ditemukan membeku pada 22 tahun lalu oleh para ilmuwan. Serangkaian tes dilakukan, dan sejarah yang terjadi padanya pun terkuak.

Oetzi diketahui mengalami kematian brutal saat melakukan perjalanan di gunung setinggi 2.743 meter. Kini jejak darah mumi ini ditemukan tim ahli dari Italia dan Jerman. Profesor Albert Zink dari European Academy pun menyelidikinya.

“Kami menemukan gambar sel darah merah dengan ‘bentuk donat’ klasik serupa yang ditemui pada manusia modern,” katanya.

Manusia es ini diketahui memiliki tinggi badan 159 cm dengan usia 46 tahun seperti dikutip DM.

Dunia Dikuasai Orang Bergolongan Darah O



Di setiap negara, golongan darah yang paling paling banyak ditemui tidak selalu sama tergantung etnis yang mendominasi. Namun secara umum, di seluruh dunia darah golongan O+ paling banyak ditemukan sementara golongan AB- paling jarang.


Berdasarkan faktor rhesusnya, golongan darah yang memiliki rhesus positif lebih banyak dibandingkan rhesus negatif, dengan perbandingan 85 persen dan 15 persen. Artinya golongan A+, B+, AB+ dan O+ secara umum lebih mudah ditemukan dibandingkan versi negatifnya.

Sementara dari semua jenis golongan darah yang dikenal, golongan darah O rhesus positif atau O+ adalah golongan darah paling banyak ditemukan yakni mencapai 35-40 persen dari populasi dunia. Golongan AB rhesus negatif atau AB- paling jarang ditemukan, hanya sekitar 0,45 persen dari populasi.

Tidak diketahui pasti apa sebabnya, namun masing-masing golongan darah memiliki dominasi sendiri di wilayah tertentu seperti dikutip dari NCBIberikut ini:

Golongan Darah O: Amerika

Dibanding golongan darah lain, jumlah pemilik golongan darah O paling dominan di seluruh dunia terutama di Amerika dan Eropa Barat. Di antara penduduk asli Amerika Tengah dan Amerika Selatan, perbandingannya sangat tinggi hampir mendekati 100 persen.

Golongan Darah A: Eropa Timur dan Tengah

Negara-negara seperti Austria, Denmark, Norwegia dan Swiss memiliki perbandingan jumlah pemilik golongan darah A cukup tinggi, mencapai 45-50 persen. Juga di beberapa tempat yang populasinya tidak terlalu besar seperti suku Indian Blackfoot di Montana, perbandingannya mencapai 80 persen.

Golongan Darah B: Asia

Etnis China dan India paling banyak memiliki golongan darah B, kurang lebih mencapai 25 persen dari populasi. Golongan darah ini paling jarang ditemukan di kalangan penduduk asli Amerika dan Eropa, yakni hanya sekitar 10 persen.

Golongan Darah AB: Asia Timur

AB adalah golongan darah yang paling jarang dimiliki di seluruh dunia, namun paling banyak ditemukan di Jepang, Korea dan beberapa wilayah di China. Di beberapa tempat tersebut, perbandingan jumlahnya tak lebih dari 10 persen dari populasi.

7 Mitos Salah Tentang Obat



Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia KUI, Prof. DR. Dr. Rianto Setiabudy, memaparkan mitos-mitos yang salah tersebut pada sebuah diskusi kesehatan di Jakarta pada bulan Maret lalu. Inilah mitos salah seputar obat yang harus Anda waspadai!

Meningkatkan dosis obat akan menyebabkan penyakit lebih cepat sembuh.
Cara ini jelas-jelas salah dan berbahaya karena saat dosis obat dinaikkan, bukan kesembuhan yang segera didapat namun efek samping dari obat tersebut justru yang akan bertambah.

Obat paten atau mahal akan lebih manjur dari yang murah.
Pendapat ini salah, karena obat generik atau obat yang lebih murah, memiliki kandungan yang hampir sama dengan obat paten.

Suntik mempercepat sembuh.
Pendapat ini sepenuhnya salah, karena obat yang disuntikkan juga memiliki efek yang jauh lebih berbahaya kepada penderita alergi obat, dibandingkan dengan obat minum. Pada obat minum yang menyebabkan alergi masih bisa diatasi, namun suntikan obat langsung menjalar pada pembuluh darah.

"Efek yang paling berbahaya adalah penderita bisa langsung meninggal, karena tubuhnya tidak sanggup menerima obat tersebut," kata Rianto.

Makan obat dalam waktu lama bisa merusak ginjal.
Pendapat ini masih bisa dipatahkan karena sebagian penyakit bahkan penyakit ginjal pun, menuntut penderitanya untuk meminum obat secara teratur.

"Penderita diabetes atau darah tinggi misalnya, bila dia berhenti minum obat, yang akan terserang justru ginjalnya. Sebaliknya, dengan minum obat secara baik dan benar, justru dapat menyelamatkan ginjalnya," ujar Rianto.

Obat tradisional atau herbal pasti aman.
Pendapat ini tidak sepenuhnya benar, karena obat herbal dapat memberikan efek yang lebih membahayakan, seperti bunga morfin sebagai contohnya.

Vitamin merupakan kebutuhan esensial untuk mempertahankan kesehatan tubuh.
Tubuh kita dirancang untuk dapat memproduksi vitamin sendiri. Namun, kesalahan masyarakat kita adalah terlalu berlebihan dalam mengasup vitamin, padahal jumlah kebutuhan vitamin yang dibutuhkan tubuh tidak terlalu banyak.

Suplemen makanan (food supplement) sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesehatan.
Sumplemen makanan memang memiliki kandungan yang hampir serupa dengan makanan alami. Tapi fungsinya tidak sebaik makanan alami.

Sabtu, 12 Mei 2012

Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan


Zhilei Chen, asisten profesor di A&M University di Texas yang berkolaborasi dengan Scripps Research Institute, menghasilkan penelitian besar dengan menemukan senyawa PD 404,182 yang bisa membunuh virus HIV, penyebab AIDS.

Penemuannya dipublikasikan di jurnal American Society of Microbiology bulan ini. “Ini adalah senyawa kecil bersifat virusidal, artinya punya kemampuan membunuh virus, dalam hal ini adalah HIV. Pada dasarnya, virus ini bekerja dengan membuka virus,” kata Chen seperti dikutip Medical Xpress.
1748502620X310 Senyawa Pembunuh Virus HIV Ditemukan
“Kami menemukan ketika HIV kontak dengan senyawa ini, virus itu rusak dan kehilangan material genetik. Dalam hal ini, virus ‘terlarut’ dan RNA-nya (material genetik HIV) terpapar. karena RNA tak stabil, sekali terpapar akan hilang dengan cepat dan virus tak bisa menginfeksi,” tambah Chen.
Hal yang lebih mengejutkan, senyawa ini bekerja langsung menyerang bagian dalam virus, bukan protein pada bagian dinding kapsulnya. Ini kabar bagus sebab dengan demikian, virus sulit untuk berevolusi mengembangkan resistensi.
Penemuan bahwa senyawa ini bisa membunuh virus HIV sebenarnya tak sengaja. Mulanya, Chen hendak menguji keefektifan PD 404,182 untuk melawan virus Hepatitis C. Tapi setelah mencobanya pada HIV, ternyata senyawa itu bekerja lebih efektif.
Dengan penemuan ini, Chen yakin bahwa senyawa tersebut bisa dikembangkan untuk upaya preventif, misalnya dalam bentuk gel vagina yang berguna mencegah infeksi HIV lewat hubungan seksual. Chen membuktikan bahwa ketika kontak dengan cairan vagina, senyawa ini akan tetap efektif.
Karena menyerang bagian dalam kapsul virus, bukan membrannya, Chen juga yakin senyawa ini aman dipakai manusia.
Mayoritas senyawa virusidal bekerja pada membran luar kapsul virus yang karakteristiknya hampir serupa dengan membran sel manusia sehingga bisa merusak.